Makam Suci dan Keramat Pasaren Batu Ampar Madura
Makam
Suci dan Keramat Pasaren Batu Ampar Madura
Pasaren
Batu Ampar Madura adalah salah satu wisata realigi di kalangan warga lokal dan
wisatawan. Wisata ini terletak di Desa Pangbatok, Kecamatan Proppo, Kabupaten
Pamekasan. Letaknya di perbatasan antara Kabupaten Sampang dan Pamekasan. Jarang
ada angkutan umum melewati daerah tersebut karena memang daerah terletak di
dekat kampung-kampung pedalaman. Oleh karena itu, kendaraan yang digunakan
adalah kendaraan pribadi. Daerah ini disebut daerah pesantren di perbukitan
batu kapur. Istilah Batu Ampar berasal dari kata ‘bato’ yang berarti batu dan ‘ampar’
yang berarti berserakan yang teratur. Pasaren ini merupakan tempat makam para kyai
dan ulama yang dianggap suci dan keramat oleh masyarakat setempat. Mereka menganggap
makam setara dengan makam para wali Songo.
Masyarakat
Madura dikenal patuh terhadap para pemuka agama dan kental adat keislamannya. Oleh
karena itu, masyarakat madura hampir semuanya dapat menghafal beberapa surat
Al-Qur’an seperti Surat Yasin. Masyarakat madura juga sering menggunakan sarung
untuk pergi serta banyak pembangunan masjid yang kekurangan dana sehingga di
sepanjang jalan madura banyak meminta sumbangan dari orang yang melewati jalan
tersebut. Mereka sangat menghormati dan menjadikan sosok kyai dan para wali sebagai
panutan dalam kehidupannya. Oleh karena itu, makam para kyai dan para wali
dianggap tempat suci dan sakral. Tempat ini ramai pengunjung apalagi pada saat
momen keagamaan seperti maulid nabi, hari raya idul fitri, dan hari raya idul
adha.
Pesaren
Batu Ampar dipercaya memiliki energi yang kuat dan menurut para sesepuh jika
datang dengan niat baik dan berziarah, mereka akan mendapatkan ketenangan batik
dan betah berdo’a lama-lama di tempat itu. Bila mereka dapat menamatkan ayat
suci Al-Quran dipercaya hidup akan terus diberkahi dan segala doa dan
permohonan akan lebih mudah dikabulkan. Oleh karena itu, tempat ini dikenal
ramai peziarah dan tidak pernah sepi.
Tidak
hanya tempat dan makamnya, air dari tempat tersebut dianggap suci. Konon dulu
bukit ditengah hutan adalah tempat bertapanya Syekh Abu Syamsudin. Disana diperlihatkan
kebesaran Allah kepada manusia. Terdapat pula sumber mata air yang mengalir ke
bukit pertapaan sehingga dicelupkan tongkat Syekh Abu Syamsudin ke dalam sumber
tersebut dan mengalir hingga saat ini. Selain itu, konon dulu sumber air itu
digunakan mandi istri Sayyid Abdul Mannan, kakek buyut Syekh Abu Syamsudin yang
rupanya tidak elok dipandang menjadi cantik dan rupawan. Sehingga jika peziarah
meminum atau mandi Batu Ampar memberikan keberkahan. Biasanya peziarah setelah
berdoa disana meniupkan doa tersebut kedalam air yang akan diminumnya. Setelah meniupkannya, mereka langsung meminumnya dan menyiramkannya ke wajah untuk dibasuh serta dibuat wudhu.
Wisata
Batu Ampar terdapat masjid yang untuk tempat peziarah beristirahat dan
menunaikan ibadah. Terkadang pula banyak peziarah tertidur dan menginap di penginapan
yang disediakan. Daerah tersebut hawanya sejuk dan tempatnya rindang sehingga
banyak peziarah betah berlama-lama disana. Selain itu, ada pula pedagang
menjual berbagai aksesoris atau souvenir khas madura sebagai oleh-oleh dari
wisata tersebut. Ada pula yang berjualan makanan dan minuman khas madura
sehingga tidak susah berpikir akan kelaparan disana. Tak banyak orang mengabadikan
melalui foto di dalam makam. Biasanya orang hanya berfoto di sekitar pintu
masuk karena memang ada tempat yang tidak diijinkan untuk mengambil gambar dan
harus dipatuhi.
![]() |
| Source: http://plat-m.com |


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda