Minggu, 16 September 2018

Baur Sedalu Komunikasi, Ospek Asyik Komunikasi Unair

Baur Sedalu Komunikasi, Ospek Asyik Komunikasi Unair

Ospek pada umumnya terjadi setahun sekali sebagai rangkaian kegiatan pengenalan kampus bagi mahasiswa baru. Ospek dulunya yang dikenal kejam, ngeri, tugasnya berat, gak asik, dan senioritas. Namun berbeda dengan ospek jurusan mahasiswa ilmu komunikasi fakultas ilmu sosial dan ilmu politik universitas airlangga yang menyajikan ospek menarik dan ditunggu-tungu oleh mahasiswa ilmu komunikasi itu sendiri. Ospek ini sering dikenal Baur Sedalu Komunikasi atau sering disebut BSK. Untuk tahun ini, rangkaian acara BSK dimulai dari welcoming maba, pengenalan departemen komunikasi, komsiklopedia, jelajah hima, commrace, dan acara terakhir adalah makrab (malam keakraban)

Konsep acara BSK memang berbeda dari program studi lainnya, mengenalkan komunikasi dengan asyik tanpa tertekan. Hal ini telah dilakukan untuk mengubah persepsi tentang ospek yang dulu. Kegiatan komsiklopedia guna untuk mengenal lebih jauh apa itu komunikasi. Kegiatan jelajah hima guna untuk mengenalkan divisi-divisi klub dibawah naungan HIMA komunikasi yakni Coco (desain), Audio Visual (videografi), Commic (fotografi), Koma (jurnalistik), Rocs (radio), SEO (event organizer), Peeping (kajian film), PURE (public relation), dan Commpor (olahraga). Mahasiswa baru diperkenalkan semua divisi tersebut dengan mengunjungi satu per satu yang terdiri dari pos. Dari pos tersebut mereka dijelaskan program kerja setiap divisi. Selain itu, diajak untuk mencoba dengan pemberian tugas dan game. Kegiatan Commrace untuk 'refreshing' dari pemberian tugas berupa mini game pengikat kebersamaan. Commrace inilah yang ditunggu oleh seluruh angakatan ilmu komunikasi karena mereka dapat bermain game bersama-sama.

Acara terakhir adalah makrab. Disinilah maksud dari baur sedalu komunikasi, saling membaur antar angkatan menjadi kesatuan yakni ilmu komunikasi itu sendiri. Acara ini untuk mengikatkan atau mengakrabkan mahasiswa baru, mahasiswa, dosen, dan alumni. Dalam acara tersebut, setiap angkatan menampikan sesuatu. Bisa musik, drama, atau yang lainnya. Acara ini berlangsung sangat meriah dan dikonsep dengan baik kemarin malam (15/9). Selain itu, pengumuman seputar tugas terbaik dan diberi penghargaan berupa hadiah kecil bagi pemenang. BSK menjadi salah satu ospek positif yang dapat dicontoh tanpa ada tekanan.

Label:

Senin, 03 September 2018

Makam Suci dan Keramat Pasaren Batu Ampar Madura


Makam Suci dan Keramat Pasaren Batu Ampar Madura

Pasaren Batu Ampar Madura adalah salah satu wisata realigi di kalangan warga lokal dan wisatawan. Wisata ini terletak di Desa Pangbatok, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan. Letaknya di perbatasan antara Kabupaten Sampang dan Pamekasan. Jarang ada angkutan umum melewati daerah tersebut karena memang daerah terletak di dekat kampung-kampung pedalaman. Oleh karena itu, kendaraan yang digunakan adalah kendaraan pribadi. Daerah ini disebut daerah pesantren di perbukitan batu kapur. Istilah Batu Ampar berasal dari kata ‘bato’ yang berarti batu dan ‘ampar’ yang berarti berserakan yang teratur.  Pasaren ini merupakan tempat makam para kyai dan ulama yang dianggap suci dan keramat oleh masyarakat setempat. Mereka menganggap makam setara dengan makam para wali Songo.
Masyarakat Madura dikenal patuh terhadap para pemuka agama dan kental adat keislamannya. Oleh karena itu, masyarakat madura hampir semuanya dapat menghafal beberapa surat Al-Qur’an seperti Surat Yasin. Masyarakat madura juga sering menggunakan sarung untuk pergi serta banyak pembangunan masjid yang kekurangan dana sehingga di sepanjang jalan madura banyak meminta sumbangan dari orang yang melewati jalan tersebut. Mereka sangat menghormati dan menjadikan sosok kyai dan para wali sebagai panutan dalam kehidupannya. Oleh karena itu, makam para kyai dan para wali dianggap tempat suci dan sakral. Tempat ini ramai pengunjung apalagi pada saat momen keagamaan seperti maulid nabi, hari raya idul fitri, dan hari raya idul adha.
Pesaren Batu Ampar dipercaya memiliki energi yang kuat dan menurut para sesepuh jika datang dengan niat baik dan berziarah, mereka akan mendapatkan ketenangan batik dan betah berdo’a lama-lama di tempat itu. Bila mereka dapat menamatkan ayat suci Al-Quran dipercaya hidup akan terus diberkahi dan segala doa dan permohonan akan lebih mudah dikabulkan. Oleh karena itu, tempat ini dikenal ramai peziarah dan tidak pernah sepi.
Tidak hanya tempat dan makamnya, air dari tempat tersebut dianggap suci. Konon dulu bukit ditengah hutan adalah tempat bertapanya Syekh Abu Syamsudin. Disana diperlihatkan kebesaran Allah kepada manusia. Terdapat pula sumber mata air yang mengalir ke bukit pertapaan sehingga dicelupkan tongkat Syekh Abu Syamsudin ke dalam sumber tersebut dan mengalir hingga saat ini. Selain itu, konon dulu sumber air itu digunakan mandi istri Sayyid Abdul Mannan, kakek buyut Syekh Abu Syamsudin yang rupanya tidak elok dipandang menjadi cantik dan rupawan. Sehingga jika peziarah meminum atau mandi Batu Ampar memberikan keberkahan. Biasanya peziarah setelah berdoa disana meniupkan doa tersebut kedalam air yang akan diminumnya. Setelah meniupkannya, mereka langsung meminumnya dan menyiramkannya ke wajah untuk dibasuh serta dibuat wudhu.
Wisata Batu Ampar terdapat masjid yang untuk tempat peziarah beristirahat dan menunaikan ibadah. Terkadang pula banyak peziarah tertidur dan menginap di penginapan yang disediakan. Daerah tersebut hawanya sejuk dan tempatnya rindang sehingga banyak peziarah betah berlama-lama disana. Selain itu, ada pula pedagang menjual berbagai aksesoris atau souvenir khas madura sebagai oleh-oleh dari wisata tersebut. Ada pula yang berjualan makanan dan minuman khas madura sehingga tidak susah berpikir akan kelaparan disana. Tak banyak orang mengabadikan melalui foto di dalam makam. Biasanya orang hanya berfoto di sekitar pintu masuk karena memang ada tempat yang tidak diijinkan untuk mengambil gambar dan harus dipatuhi.
Source: http://plat-m.com

Film Lucu Berakhir Mengerikan

Film Lucu Berakhir Mengerikan
Source: http://marketeers.com

Semasa kecil Ayah selalu mengajakku menonton film di bioskop. Berbagai film genre aku lihat, kebanyakan genre action menjadi kesukaan genre Ayah dan Aku. Tapi saat kecil Ayah selalu mengajak nonton film genre anak-anak yang dahulu masih ada dan banyak dibuat untuk ditayangkan di layar bioskop. Tentu aku merasa senang, serasa setiap bulan pergi ke bioskop menjadi tradisi menghabiskan minggu akhir datang ke pusat pembelajaan untuk menonton film bukan berbelanja. Uang berkurang hanya untuk menonton film di bioskop. Sebelumnya aku suka sekali datang ke bioskop, akan tetapi tragedi aneh terjadi dalam hidupku.
Bioskop menjadi hal mengerikan untuk datang. Bermula pada tahun 2010, saat beranjak kelas 6 sekolah dasar. Menonton film menjadi suatu kebiasaan baru. Saat itu film sekuel akhir Shrek Forever After tayang di bioskop. Film sekuel sebelumnya Shrek 2 sudah terkenal dan lucu membuat aku dan keluarga ingin menonton sekuel lanjutannya. Shrek merupakan film animasi bergenre komedi dan cocok ditonton anak-anak. Shrek, seorang raksasa (ogre) berwarna hijau dan jelek yang memperjuangkan hak kebebasan pada kerajaan Far Far, kerajaan manusia milik orang tua Fiona, istri Shrek. Film buatan dreamworks memang banyak disukai anak-anak terutama animasi kartun dan cerita fiksinya. Hal ini menarik perhatianku dan keluarga menonton film ini. Aku pun memasuki ruang bioskop yang sebenarnya terlihat seram. Bioskop dominasi warna merah dan hitam serasa diajak masuk ke dunia hantu. Namun pemikiranku terhalang oleh film yang nantinya tayang di depan kursi warna merah dan dinding hitam. Aku duduk dan lampu perlahan dimatikan. Lampu mati pertanda film ditayangkan, tapi yang ku dengar hanya suara tanpa ada gerak visualnya. Aku kebingungan, takut, dan gelisah jika terjadi sesuatu, karena dalam pemikiranku ketika suatu ruangan padam akan terjadi bencana alam, seperti gempa bumi. Beberapa menit kemudian layar film menyala, kegelisahanku berkurang hatiku pun tenang. Sepanjang film diputar, aku mengikuti alur ceritanya. Tertawa jika adegannya lucu, menangis jika adegannya sedih. Tidak berlangsung lama, tiba-tiba layar bioskop mati suara mati lalu bunyi deras semacam hujan dan petir terdengar di dalam bioskop. Aku berteriak ketakutan yang mengakibatkan anak-anak lain berteriak juga. Suasana bioskop menjadi menakutkan, kegelapan tidak dapat menjangkau penglihatanku untuk dekat dengan keluarga. Ayah dan orang tua anak-anak lain berusaha menenangkan suasana bioskop dan mencoba membuka pintu exit. Suasana semakin creepy pintu exit tidak terbuka, Ayah mengetok pintu keras sekali sebelum lari ke pintu masuk yang ternyata dapat dibuka tapi di luar bioskop keadaan sama dengan di dalam bioskop.
Pikiran-pikiran jelek muncul dalam otakku. Ayahku berteriak keras untuk meminta pertolongan supaya mengetahui apa yang sebenernya terjadi. Padamnya lampu dan layar bioskop berlangsung cukup lama. Hampir 30 menit menunggu kepastian yang terjadi. Setelah menyala, Ayah menanyakan persoalan tersebut kepada petugas bioskop. Ternyata lampu mati terjadi di pusat pembelajaan itu. Listrik padam untuk menghindari hujan deras disertai petir. Aku berusaha menenangkan diri. Kejadian ini selalu mengingatkanku saat berkunjung kembali ke bioskop. Sempat trauma tidak datang kembali ke bioskop, tapi perlahan trauma itu hilang karena keinginanku untuk menonton film lebih besar. Ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan, ketakutan dapat datang kapan saja walaupun itu juga merupakan kegemaranmu.